Diabetes atau tingginya kadar gula dalam darah manusia saat ini menjadi penyakit kronis dengan penderita sangat banyak di Indonesia. Ada dua jenis diabetes yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan jenis diabetes yang lebih bersifat permanen karena tubuh tidak bisa memproduksi insulin sehingga memerlukan suntikan insulin secara berkala.

Sedangkan diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang didapatkan karena gaya hidup yaitu konsumsi makanan manis berlebihan dengan kombinasi riwayat keluarga yang cenderung memiliki resiko diabetes.

Diabetes merupakan penyakit yang berbahaya karena komplikasinya dapat menjadi masalah kesehatan baru salah satunya menyebabkan matinya jaringan yang menyebabkan luka kecil sulit untuk disembuhkan. Dibutuhkan cara rawat luka diabetes yang tepat agar luka tersebut tidak semakin parah hingga perlu tindakan amputasi.

Komplikasi diabetes yang menyebabkan matinya jaringan ini disebabkan karena tingginya kadar gula di dalam pembuluh darah sehingga menyebabkan aliran darah tidak sampai ke pembuluh yang berada di bagian ujung seperti jari-jari.

Jika di bagian tersebut terluka, maka lukanya akan sulit disembuhkan bahkan bertambah parah dan bisa membusuk. Tak adanya aliran darah akan membuat sel kulit mati dengan resiko semakin banyak sel yang mati jika kadar gula tidak segera turun. Prosedur yang mungkin dilakukan untuk melindungi sel yang masih sehat adalah dengan melakukan amputasi.

Meski begitu, untuk luka yang masih ringan, Anda bisa mencegahnya agar tidak sampai parah dengan cara perawatan luka diabetes yang benar.

Bagi Anda yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit diabetes dan membutuhkan perawatan luka agar tidak semakin parah, berikut ini adalah cara yang bisa Anda terapkan pada mereka:

1. Menjaga luka agar selalu bersih.

Agar tidak semakin parah, luka harus selalu bersih dan steril sehingga tidak ada bakteri yang dapat memperburuk kondisinya. Caranya adalah dengan rajin membersihkannya di bawah air mengalir dengan sabun atau antiseptik. Setelah itu keringkan dengan handuk higienis dan oleskan obat yang diresepkan dokter. Balut kembali luka dengan pembalut antiseptik dengan hati-hati.

2. Tidak menambah beban.

Umumnya luka diabetes terjadi pada bagian ujung tubuh seperti jari kaki dan tangan. Agar tidak memperparah kondisinya jangan menambah beban pada luka misalnya dengan menggunakan sepatu hak tinggi, menggunakan gelang tangan yang menekan.

3. Kontrol infeksi.

Yang dapat memperparah luka diabetes adalah jika terjadi infeksi. Infeksi bisa terjadi jika ada kontaminasi bakteri dari luar atau kadar gula darah semakin buruk. Agar bisa mencegahnya semakin buruk, kontrol selalu tanda-tanda infeksi yaitu terjadi demam, bengkak, rasa sakit yang lebih dari biasanya di bagian luka. Jika ini terjadi segera hubungi dokter untuk penanganannya.

Dengan mencegah luka diabetes semakin parah menggunakan cara rawat luka diabetes yang benar, Anda dapat memperkecil kemungkinan terjadinya amputasi bagi pasien. Dengan begitu ia masih bisa memiliki anggota tubuhnya dengan utuh dan kondisi bisa menjadi lebih baik jika pasien berhasil mengurangi kadar gula darahnya dengan diet ketat.

Untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat, Anda juga bisa mempercayakannya pada Aido yaitu aplikasi kesehatan yang dapat menjadwalkan tenaga medis seperti dokter, perawat hingga fisioterapi agar memberikan pelayanan langsung ke rumah Anda. Dengan begitu Anda bisa merawat pasien diabetes di rumah dengan benar melalui tenaga medis yang dibutuhkan dari Aido.