Saat Anak tak mau mendengarkan kita sebagai orang tuanya, mungkin kita akan langsung marah-marah, hal ini terjadi karena anda memakai Metode interaksi yang salah di mulai dari ungkapan atau cara penyampaian. Agar anak mau mendengarkan orang tua perlu usaha khusus berinteraksi dan pendekatan antara orang tua terhadap anaknya.

Banyak orang tua memiliki cara berbeda-beda dalam berkomunikasi terhadap anak-anak nya. Ada yang bersikap agresif, pasif, lembut dan tegas. Ada beberapa hal penting yang perlu kita lakukan agar apa yang kita ungkapkan dan sampaikan pada anak bisa diterima dengan baik.

1. Gunakan Bahasa yang Mudah di Pahami

Berikan satu instruksi untuk satu hal, karena seringkali anak lupa apa yang baru saja didengarnya karena kata-kata yang terlalu rumit dan panjang. Atau bisa juga di beri urutan seperti: Pertama, Rapihkan mainanmu, kedua, cuci tangan dan baru bisa memegang makanan.

2. Kontak Mata

Agar sang anak mau memperhatikan dan mendengarkan perkataan kita, kita pun sebagai orang tua harus memperhatikan nya terlebih dahulu. Caranya bisa dimulai dengan mensejajarkan mata kita dengannya, bisa dengan berjongkok atau duduk sama rendah dengan sang anak sambil menatap matanya.

Kita baru bisa mulai mengucapkan hal yang ingin di sampaikan, sampaikanlah perkataan dengan lembut namun tegas. Sehingga sang Anak bisa mengingat perkataan orang tua yang serius.

3. Lakukan Sesuatu Bersama-sama

Kita bisa mengajari anak memahami apa yang kita inginkan dengan melakukan bersama dengan nya. Berilah contoh secara langsung agar anak bisa mengerti apa yang di inginkan orangtua nya. Anak-anak bisa cepat belajar dan tanggap dengan melihat dan mencoba nya langsung.

4. Panggil Nama Anak

Anak-anak sering asik sendiri, sibuk bermain dengan teman-temannya. Panggil nama anak dengan Nada lembut dan positif. Hindari expresi marah atau intonasi suara yang menekan saat memanggil nama sang anak.

Jangan panggil nama anak dengan cara mempermalukan atau mengejeknya. Setelah anda memanggil nya dengan lembut anak akan bener-benar memperhatikan anda. Namun berikan dia waktu untuk menyelesaikan apa yang ada dalam pikirannya.

5. Gunakan Bahasa Positif

Kata-kata yang baik dapat membantu membangun kepercayaan diri dan membuat anak merasa nyaman. anak akan berperilaku lebih baik dan berusaha memberikan rasa hormat yang sama dengan pujian yang orang tua berikan kepada mereka.

Cobalah berkata perlahan dan positif serta jelaskan apa yang ingin ada sampaikan agar sang anak melakukan aktivitas sesuai keinginan kita.

6. Bersikap Tegas

Bicara dengan bahasa yang jelas, baik, tegas, konsisten, dan percaya diri. Beritahu anak apa yang harus mereka lakukan. Mengapa, dan bagaimana mereka harus melakukanya. Berikan pilihan sehingga mereka punya alternatif. Misalnya kalau sudah selesai mengerjakan Pekerjaan rumah (PR) sekolah, sang anak boleh pergi bermain.

Agar anak mau mendengarkan orang tuanya, kita memang harus bersabar. Penting bagi kita orang tua membangun ikatan dan kedekatan agar bisa saling memahami satu sama lain dengan baik. Terimakasih sudah berkunjung semoga bermanfaat.